BERIMAN PADA RASUL
Al-qur’an:
“Hai orang – orang! Ikutilah (ta’atilah) Allah dan ikutilah Rasul dan ta’atilah Ulil Amri (pemimpin-pemimpin kamu) daripada kamu.........”. (An-nisaa; 59).
Hadits:
“Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan saja. Siapakah orang-orang yang enggan itu, ya Rasulullah?, tanya para sahabat. Rasul Saw bersabda: Adapun orang-orang mengikuti aku ialah orang-orang yang mau masuk surga, sedangkan orang-orang yang mendurhakai aku mereka adalah orang-orang yang enggan masuk surga”. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).
HINDARILAH HIDUP BERHUTANG
Alqur’an:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Tetapi apabila mereka menakar atau menimbangi untuk orang lain, mereka kurangi”. (Al-muthafifin: 1-3).
Hadits:
“Jauhilah olehmu akan hutang, karena sesungguhnya hutang itu akan meresahkan di waktu malam dan mendatangkan kehinaan pada siang hari”. (HR. Baihaqi).
KEBAJIKAN DAN KEJAHATAN
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi orang salam, hendaknya kamu menjawabnya dengan yang lebih baik atau yang seimbang dengannya”. (An-nisa’ : 86).
Hadits:
“Pada hari kiamat kelak akan dihadapkan segenap perbuatan baik dan perbuatan jahat yang pernah dilakukan seseorang, lalu dinilai dan perbandingkan antara satu sama lainnya. Apabila ada bersisa satu kebajikan saja, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga”. (HQR. At-Thabrani dari Ibnu Abbas).
RASUL SAW SEBAGAI TELADAN
Al-qur’an:
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yakni bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah serta keyakinan adanya Hari Akhirat, sedangkan mereka banyak mengingat Allah”. (Al-Ahzab: 21)
Hadits:
“Pedagang yang amanah lagi jujur - dia – akan bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada’ dan bersama-sama dengan orang-orang sholeh”. (HR. At-Tirmidzi).
SHIRATHAL MUSTAQIM
Al-qur’an:
“Hanya kepada-Mu saja kami menyembah dan hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Karena itu tunjukkan kami akan jalan Shirathal Mustaqim. Yaitu seperti Shirathal Mustaqim yang telah pernah mendapatinya, bukan mereka yang diberi jalan kutukan dan bukan pula diberi jalan kesesatan”. (Al-Fatihah: 5, 6, 7).
Hadits:
“Pada hari digantikannya bumi dengan bumi yang lain dan demikian pula halnya langit, serta semua orang itu sama menampakkan diri ke hadapan Allah Yang Maha Esa lagi Perkasa. Ketika Siti Aisyah bertanya: Ya Rasulullah, di manakah manusia pada waktu itu?. Beliau menjawab: Di atas jembatan”. (HR. Imam Muslim dan Tirmidzi dari Aisyah Ra.)
BERSIH BAGIAN DARI IMAN
Al-qur’an:
“Wahai orang mukmin, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (totalitas)”. (Al-Baqarah: 208).
Hadits:
“Islam itu bersih, maka hendaklah kamu bersih pula, maka sesungguhnya tak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (HR. Thabrani dan Al-Kha-Tib dari Aisyah Ra).
Mekanisme Pasar
Al-qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka- sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu. (An-nisa:29)
Hadits:
Rasul berkata: “ Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga, penahan, pencurah, serta pemberi rezki. Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta” (Hadits ini diriwayatkan oleh 6 imam hadis yg utama, kecuali An-nasa’i sehingga merupakan hadis hasan sahih).
Perilaku Produsen
Al-qur’an:
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”. (QS. Al-Ma’arij: 19)
Hadits:
Dari Sahal berkata: “Rasulullah SAW telah mengutus kepada seorang wanita, (kata Beliau): Perintahkan anakmu si tukang kayu itu untuk membuatkan sandaran tempat dudukku, sehingga aku bisa duduk diatasnya”. (HR. Imam Bukhari).
Iman Kepada Rasul
Al-qur’an:
“Dan apa-apa yang didatangkan oleh Rasul (Muhammad) kepada kamu, hendaklah kamu kerjakan akan dia dan apa-apa yang dilarangnya akanmu, maka hendaklah kamu jauhi dan tinggalkan”. (Al-Hasyar: 7)
Hadits:
Rasul bersabda:” Aku tinggalkan untuk kamu dua hal penting, jika kau tetap berpegang kepada keduanya, niscaya kamu takkan sesat selamanya, yaitu Kitaballah (Al-qur’an) dan Sunnah Rasulnya (Hadits dan Sunnahnya). (HR. Bukhari, Muslim).
Lima Perkara Hak Orang Lain
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi salam hendaknya kamu menjawab dengan yang lebih baik (sempurna) atau asal menjawab”. (An-nisa: 86)
Hadits:
“Bahwasanya Rasul Saw. Bersabda: “Hak orang islam atas orang islam itu ada lima perkara: Menjawab salam, Mengunjungi orang sakit, Mengantar jenazah, Memenuhi undangan, dan Menggembirakan orang bersin”. ( HR. Bukhari dan Muslim).
Peringatan Bagi Orang Yang Berkelapangan
Al-qur’an:
“Demi masa ; Sesungguhnya manusia itu senantiasa dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan amal shaleh, washiat-wawashiati dengan kebenaran serta washiat mewashiati dengan kesabaran”. (Al-‘Ashar: 1-4).
Hadits:
“Yaitu hendaknya kamu bersedekah dan kamu adalah benar-benar dalam keadaan kekurangan, sangat mengharapkan untuk menjadi kaya dan sangat takut menjadi miskin. Janganlah engkau menangguhkan amalan baik itu, sehingga nafas sudah sampai di tenggorokan, lalu kamu berkata bahwa yang ini untuk si fulan dan itu untuk si fulan, padahal orang-orang tadi sudah memiliki benda itu (yakni sudah tidak memerlukannya lagi)”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Manusia yang Lupa Allah
Al-qur’an:
“Dan manakala kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia telah menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu senantiasa tidak tahu berterima kasih”. (Al-Isra’: 67)
Hadits:
“Orang mukmin yang kuat tegap lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang Dha’if dan lemah. Pada masing-masing dari keduanya ada kebajikan. Hendaklah kamu senantiasa melaksanakan yang bermanfa’at kepadamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan janganlah kamu berkata: coba kalau aku berbuat begini, coba kalau aku berbuat begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah mentakdirkan begini. Apa yang Allah kehendaki Allah berbuat sekehendaknya. Karena sesungguhnya perkataan “jikalau” itu membuka peluang bagi syaitan untuk mengganggu”. (HR. Muslim)
Gangguan Jiwa
Al-qur’an:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur”. (Lukman: 31)
Hadits:
“Diangkat kalam (dibebaskan dari ketentuan-ketentuan hukum) dari tiga golongan yaitu: orang yang sedang tidur sampai ia bangun , dari anak-anak sampai ia bermimpi, dan dari orang gila sampai dengan ia berakal (sembuh)”. (HR. Muslim dari Anas bin Malik).
Pertanggung jawaban
Al-qur’an:
“Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruan-Ku, kecuali kasih sayang dalam keluargamu”. (Asy-syuura: 23).
Hadits:
“Semua kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah dalam pimpinan kamu, Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab dalam pimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga (dan anak-anak) suaminya, dan akan diminta tanggung jawab dalam pimpinannya”. (HR. Al-Aswar bin Surai).
Kesehatan Jiwa dan Agama
Al-qur’an:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (An-Nuur: 30-31).
Hadits:
“Akan tiba suatu zaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta emas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah”. (HR. Ad-Dailami).
Kehidupan tanpa Iman dan Agama
Al-qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itu sendirilah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri”. (Yunus: 44).
Hadits:
“Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah”. (HR. Ath-thabrani dan Al-Hakim).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar