Tampilkan postingan dengan label ilmu dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

Dakwah di dalam al qur'an dan hadits


3. KEBAJIKAN DAN KEJAHATAN
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi orang salam, hendaknya kamu menjawabnya dengan yang lebih baik atau yang seimbang dengannya”. (An-nisa’ : 86).

Hadits:
“Pada hari kiamat kelak akan dihadapkan segenap perbuatan baik dan perbuatan jahat yang pernah dilakukan seseorang, lalu dinilai dan perbandingkan antara satu sama lainnya. Apabila ada bersisa satu kebajikan saja, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga”. (HQR. At-Thabrani dari Ibnu Abbas).

4. RASUL SAW SEBAGAI TELADAN
Al-qur’an:
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yakni bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah serta keyakinan adanya Hari Akhirat, sedangkan mereka banyak mengingat Allah”. (Al-Ahzab: 21)

Hadits:
“Pedagang yang amanah lagi jujur - dia – akan bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada’ dan bersama-sama dengan orang-orang sholeh”. (HR. At-Tirmidzi).


5. SHIRATHAL MUSTAQIM
Al-qur’an:
“Hanya kepada-Mu saja kami menyembah dan hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Karena itu tunjukkan kami akan jalan Shirathal Mustaqim. Yaitu seperti Shirathal Mustaqim yang telah pernah mendapatinya, bukan mereka yang diberi jalan kutukan dan bukan pula diberi jalan kesesatan”. (Al-Fatihah: 5, 6, 7).

Hadits:
“Pada hari digantikannya bumi dengan bumi yang lain dan demikian pula halnya langit, serta semua orang itu sama menampakkan diri ke hadapan Allah Yang Maha Esa lagi Perkasa. Ketika Siti Aisyah bertanya: Ya Rasulullah, di manakah manusia pada waktu itu?. Beliau menjawab: Di atas jembatan”. (HR. Imam Muslim dan Tirmidzi dari Aisyah Ra.)

6. BERSIH BAGIAN DARI IMAN
Al-qur’an:
“Wahai orang mukmin, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (totalitas)”. (Al-Baqarah: 208).
Hadits:
“Islam itu bersih, maka hendaklah kamu bersih pula, maka sesungguhnya tak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (HR. Thabrani dan Al-Kha-Tib dari Aisyah Ra).

7. Mekanisme Pasar
Al-qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka- sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu. (An-nisa:29)

Hadits:
Rasul berkata: “ Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga, penahan, pencurah, serta pemberi rezki. Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta”  (Hadits ini diriwayatkan oleh 6 imam hadis yg utama, kecuali An-nasa’i sehingga merupakan hadis hasan sahih).

8. Perilaku Produsen
Al-qur’an:
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”. (QS. Al-Ma’arij: 19)

Hadits:
Dari Sahal berkata: “Rasulullah SAW telah mengutus kepada seorang wanita, (kata Beliau): Perintahkan anakmu si tukang kayu itu untuk membuatkan sandaran tempat dudukku, sehingga aku bisa duduk diatasnya”. (HR. Imam Bukhari).
9. Iman Kepada Rasul
Al-qur’an:
“Dan apa-apa yang didatangkan oleh Rasul (Muhammad) kepada kamu, hendaklah kamu kerjakan akan dia dan apa-apa yang dilarangnya akanmu, maka hendaklah kamu jauhi dan tinggalkan”. (Al-Hasyar: 7)

Hadits:
Rasul bersabda:” Aku tinggalkan untuk kamu dua hal penting, jika kau tetap berpegang kepada keduanya, niscaya kamu takkan sesat selamanya, yaitu Kitaballah (Al-qur’an) dan Sunnah Rasulnya (Hadits dan Sunnahnya). (HR. Bukhari, Muslim).

10. Lima  Perkara Hak Orang Lain
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi salam hendaknya kamu menjawab dengan yang lebih baik (sempurna) atau asal menjawab”. (An-nisa: 86)

Hadits:

“Bahwasanya Rasul Saw. Bersabda: “Hak orang islam atas orang islam itu ada lima perkara: Menjawab salam, Mengunjungi orang sakit, Mengantar jenazah, Memenuhi undangan, dan Menggembirakan orang bersin”. ( HR. Bukhari dan Muslim).
11. Peringatan Bagi Orang Yang Berkelapangan
Al-qur’an:
“Demi masa ; Sesungguhnya manusia itu senantiasa dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan amal shaleh, washiat-wawashiati dengan kebenaran serta washiat mewashiati dengan kesabaran”. (Al-‘Ashar: 1-4).

Hadits:
“Yaitu hendaknya kamu bersedekah dan kamu adalah benar-benar dalam keadaan kekurangan, sangat mengharapkan untuk menjadi kaya dan sangat takut menjadi miskin. Janganlah engkau menangguhkan amalan baik itu, sehingga nafas sudah sampai di tenggorokan, lalu kamu berkata bahwa yang ini untuk si fulan dan itu untuk si fulan, padahal orang-orang tadi sudah memiliki benda itu (yakni sudah tidak memerlukannya lagi)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

12. Manusia yang Lupa Allah
Al-qur’an:
“Dan manakala kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia telah menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu senantiasa tidak tahu berterima kasih”. (Al-Isra’: 67)

Hadits:
“Orang mukmin yang kuat tegap lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang Dha’if dan lemah. Pada masing-masing dari keduanya ada kebajikan. Hendaklah kamu senantiasa melaksanakan yang bermanfa’at kepadamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan janganlah kamu berkata: coba kalau aku berbuat begini, coba kalau aku berbuat begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah mentakdirkan begini. Apa yang Allah kehendaki Allah berbuat sekehendaknya. Karena sesungguhnya perkataan “jikalau” itu membuka peluang bagi syaitan untuk mengganggu”. (HR. Muslim)
13. Gangguan Jiwa
Al-qur’an:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur”. (Lukman: 31)

Hadits:
“Diangkat kalam (dibebaskan dari ketentuan-ketentuan hukum) dari tiga golongan yaitu: orang yang sedang tidur sampai ia bangun , dari anak-anak sampai ia bermimpi, dan dari orang gila sampai dengan ia berakal (sembuh)”. (HR. Muslim dari Anas bin Malik).

14. Pertanggung jawaban
Al-qur’an:
“Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruan-Ku, kecuali kasih sayang dalam keluargamu”. (Asy-syuura: 23).

Hadits:
“Semua kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah dalam pimpinan kamu, Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab dalam pimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga (dan anak-anak) suaminya, dan akan diminta tanggung jawab dalam pimpinannya”. (HR. Al-Aswar bin Surai).


15. Kesehatan Jiwa dan Agama
Al-qur’an:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (An-Nuur: 30-31).

Hadits:
“Akan tiba suatu zaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta emas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah”. (HR. Ad-Dailami).


16. Kehidupan tanpa Iman dan Agama
Al-qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itu sendirilah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri”. (Yunus: 44).

Hadits:
“Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah”. (HR. Ath-thabrani dan Al-Hakim).

3. KEBAJIKAN DAN KEJAHATAN
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi orang salam, hendaknya kamu menjawabnya dengan yang lebih baik atau yang seimbang dengannya”. (An-nisa’ : 86).

Hadits:
“Pada hari kiamat kelak akan dihadapkan segenap perbuatan baik dan perbuatan jahat yang pernah dilakukan seseorang, lalu dinilai dan perbandingkan antara satu sama lainnya. Apabila ada bersisa satu kebajikan saja, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga”. (HQR. At-Thabrani dari Ibnu Abbas).

4. RASUL SAW SEBAGAI TELADAN
Al-qur’an:
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yakni bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah serta keyakinan adanya Hari Akhirat, sedangkan mereka banyak mengingat Allah”. (Al-Ahzab: 21)

Hadits:
“Pedagang yang amanah lagi jujur - dia – akan bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada’ dan bersama-sama dengan orang-orang sholeh”. (HR. At-Tirmidzi).


5. SHIRATHAL MUSTAQIM
Al-qur’an:
“Hanya kepada-Mu saja kami menyembah dan hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Karena itu tunjukkan kami akan jalan Shirathal Mustaqim. Yaitu seperti Shirathal Mustaqim yang telah pernah mendapatinya, bukan mereka yang diberi jalan kutukan dan bukan pula diberi jalan kesesatan”. (Al-Fatihah: 5, 6, 7).

Hadits:
“Pada hari digantikannya bumi dengan bumi yang lain dan demikian pula halnya langit, serta semua orang itu sama menampakkan diri ke hadapan Allah Yang Maha Esa lagi Perkasa. Ketika Siti Aisyah bertanya: Ya Rasulullah, di manakah manusia pada waktu itu?. Beliau menjawab: Di atas jembatan”. (HR. Imam Muslim dan Tirmidzi dari Aisyah Ra.)

6. BERSIH BAGIAN DARI IMAN
Al-qur’an:
“Wahai orang mukmin, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (totalitas)”. (Al-Baqarah: 208).
Hadits:
“Islam itu bersih, maka hendaklah kamu bersih pula, maka sesungguhnya tak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (HR. Thabrani dan Al-Kha-Tib dari Aisyah Ra).

7. Mekanisme Pasar
Al-qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka- sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu. (An-nisa:29)

Hadits:
Rasul berkata: “ Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga, penahan, pencurah, serta pemberi rezki. Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta”  (Hadits ini diriwayatkan oleh 6 imam hadis yg utama, kecuali An-nasa’i sehingga merupakan hadis hasan sahih).

8. Perilaku Produsen
Al-qur’an:
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”. (QS. Al-Ma’arij: 19)

Hadits:
Dari Sahal berkata: “Rasulullah SAW telah mengutus kepada seorang wanita, (kata Beliau): Perintahkan anakmu si tukang kayu itu untuk membuatkan sandaran tempat dudukku, sehingga aku bisa duduk diatasnya”. (HR. Imam Bukhari).
9. Iman Kepada Rasul
Al-qur’an:
“Dan apa-apa yang didatangkan oleh Rasul (Muhammad) kepada kamu, hendaklah kamu kerjakan akan dia dan apa-apa yang dilarangnya akanmu, maka hendaklah kamu jauhi dan tinggalkan”. (Al-Hasyar: 7)

Hadits:
Rasul bersabda:” Aku tinggalkan untuk kamu dua hal penting, jika kau tetap berpegang kepada keduanya, niscaya kamu takkan sesat selamanya, yaitu Kitaballah (Al-qur’an) dan Sunnah Rasulnya (Hadits dan Sunnahnya). (HR. Bukhari, Muslim).

10. Lima  Perkara Hak Orang Lain
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi salam hendaknya kamu menjawab dengan yang lebih baik (sempurna) atau asal menjawab”. (An-nisa: 86)

Hadits:

“Bahwasanya Rasul Saw. Bersabda: “Hak orang islam atas orang islam itu ada lima perkara: Menjawab salam, Mengunjungi orang sakit, Mengantar jenazah, Memenuhi undangan, dan Menggembirakan orang bersin”. ( HR. Bukhari dan Muslim).
11. Peringatan Bagi Orang Yang Berkelapangan
Al-qur’an:
“Demi masa ; Sesungguhnya manusia itu senantiasa dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan amal shaleh, washiat-wawashiati dengan kebenaran serta washiat mewashiati dengan kesabaran”. (Al-‘Ashar: 1-4).

Hadits:
“Yaitu hendaknya kamu bersedekah dan kamu adalah benar-benar dalam keadaan kekurangan, sangat mengharapkan untuk menjadi kaya dan sangat takut menjadi miskin. Janganlah engkau menangguhkan amalan baik itu, sehingga nafas sudah sampai di tenggorokan, lalu kamu berkata bahwa yang ini untuk si fulan dan itu untuk si fulan, padahal orang-orang tadi sudah memiliki benda itu (yakni sudah tidak memerlukannya lagi)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

12. Manusia yang Lupa Allah
Al-qur’an:
“Dan manakala kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia telah menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu senantiasa tidak tahu berterima kasih”. (Al-Isra’: 67)

Hadits:
“Orang mukmin yang kuat tegap lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang Dha’if dan lemah. Pada masing-masing dari keduanya ada kebajikan. Hendaklah kamu senantiasa melaksanakan yang bermanfa’at kepadamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan janganlah kamu berkata: coba kalau aku berbuat begini, coba kalau aku berbuat begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah mentakdirkan begini. Apa yang Allah kehendaki Allah berbuat sekehendaknya. Karena sesungguhnya perkataan “jikalau” itu membuka peluang bagi syaitan untuk mengganggu”. (HR. Muslim)
13. Gangguan Jiwa
Al-qur’an:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur”. (Lukman: 31)

Hadits:
“Diangkat kalam (dibebaskan dari ketentuan-ketentuan hukum) dari tiga golongan yaitu: orang yang sedang tidur sampai ia bangun , dari anak-anak sampai ia bermimpi, dan dari orang gila sampai dengan ia berakal (sembuh)”. (HR. Muslim dari Anas bin Malik).

14. Pertanggung jawaban
Al-qur’an:
“Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruan-Ku, kecuali kasih sayang dalam keluargamu”. (Asy-syuura: 23).

Hadits:
“Semua kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah dalam pimpinan kamu, Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab dalam pimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga (dan anak-anak) suaminya, dan akan diminta tanggung jawab dalam pimpinannya”. (HR. Al-Aswar bin Surai).


15. Kesehatan Jiwa dan Agama
Al-qur’an:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (An-Nuur: 30-31).

Hadits:
“Akan tiba suatu zaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta emas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah”. (HR. Ad-Dailami).


16. Kehidupan tanpa Iman dan Agama
Al-qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itu sendirilah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri”. (Yunus: 44).

Hadits:
“Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah”. (HR. Ath-thabrani dan Al-Hakim).

Dakwah di dalam al qur'an dan hadits

BERIMAN PADA RASUL
Al-qur’an:

“Hai orang – orang! Ikutilah (ta’atilah) Allah dan ikutilah Rasul dan ta’atilah Ulil Amri (pemimpin-pemimpin kamu) daripada kamu.........”. (An-nisaa; 59).

Hadits:

“Semua ummatku akan masuk surga, kecuali orang-orang yang enggan saja. Siapakah orang-orang yang enggan itu, ya Rasulullah?, tanya para sahabat. Rasul Saw bersabda: Adapun orang-orang mengikuti aku ialah orang-orang yang mau masuk surga, sedangkan orang-orang yang mendurhakai aku mereka adalah orang-orang yang enggan masuk surga”. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah).



HINDARILAH HIDUP BERHUTANG

Alqur’an:                      

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Tetapi apabila mereka menakar atau menimbangi untuk orang lain, mereka kurangi”. (Al-muthafifin: 1-3).


Hadits:
“Jauhilah olehmu akan hutang, karena sesungguhnya hutang itu akan meresahkan di waktu malam dan mendatangkan  kehinaan pada siang hari”. (HR. Baihaqi).

KEBAJIKAN DAN KEJAHATAN
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi orang salam, hendaknya kamu menjawabnya dengan yang lebih baik atau yang seimbang dengannya”. (An-nisa’ : 86).

Hadits:
“Pada hari kiamat kelak akan dihadapkan segenap perbuatan baik dan perbuatan jahat yang pernah dilakukan seseorang, lalu dinilai dan perbandingkan antara satu sama lainnya. Apabila ada bersisa satu kebajikan saja, maka ia akan dimasukkan ke dalam surga”. (HQR. At-Thabrani dari Ibnu Abbas).

RASUL SAW SEBAGAI TELADAN
Al-qur’an:
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagi kamu, yakni bagi mereka yang mengharapkan rahmat Allah serta keyakinan adanya Hari Akhirat, sedangkan mereka banyak mengingat Allah”. (Al-Ahzab: 21)

Hadits:
“Pedagang yang amanah lagi jujur - dia – akan bersama para Nabi, orang-orang jujur, para syuhada’ dan bersama-sama dengan orang-orang sholeh”. (HR. At-Tirmidzi).


SHIRATHAL MUSTAQIM
Al-qur’an:
“Hanya kepada-Mu saja kami menyembah dan hanya kepada-Mu pula kami memohon pertolongan. Karena itu tunjukkan kami akan jalan Shirathal Mustaqim. Yaitu seperti Shirathal Mustaqim yang telah pernah mendapatinya, bukan mereka yang diberi jalan kutukan dan bukan pula diberi jalan kesesatan”. (Al-Fatihah: 5, 6, 7).

Hadits:
“Pada hari digantikannya bumi dengan bumi yang lain dan demikian pula halnya langit, serta semua orang itu sama menampakkan diri ke hadapan Allah Yang Maha Esa lagi Perkasa. Ketika Siti Aisyah bertanya: Ya Rasulullah, di manakah manusia pada waktu itu?. Beliau menjawab: Di atas jembatan”. (HR. Imam Muslim dan Tirmidzi dari Aisyah Ra.)

BERSIH BAGIAN DARI IMAN
Al-qur’an:
“Wahai orang mukmin, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (totalitas)”. (Al-Baqarah: 208).
Hadits:
“Islam itu bersih, maka hendaklah kamu bersih pula, maka sesungguhnya tak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih”. (HR. Thabrani dan Al-Kha-Tib dari Aisyah Ra).

Mekanisme Pasar
Al-qur’an:
“Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan cara bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka- sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu. (An-nisa:29)

Hadits:
Rasul berkata: “ Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga, penahan, pencurah, serta pemberi rezki. Aku mengharapkan dapat menemui Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta”  (Hadits ini diriwayatkan oleh 6 imam hadis yg utama, kecuali An-nasa’i sehingga merupakan hadis hasan sahih).

Perilaku Produsen
Al-qur’an:
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir”. (QS. Al-Ma’arij: 19)

Hadits:
Dari Sahal berkata: “Rasulullah SAW telah mengutus kepada seorang wanita, (kata Beliau): Perintahkan anakmu si tukang kayu itu untuk membuatkan sandaran tempat dudukku, sehingga aku bisa duduk diatasnya”. (HR. Imam Bukhari).

Iman Kepada Rasul
Al-qur’an:
“Dan apa-apa yang didatangkan oleh Rasul (Muhammad) kepada kamu, hendaklah kamu kerjakan akan dia dan apa-apa yang dilarangnya akanmu, maka hendaklah kamu jauhi dan tinggalkan”. (Al-Hasyar: 7)

Hadits:
Rasul bersabda:” Aku tinggalkan untuk kamu dua hal penting, jika kau tetap berpegang kepada keduanya, niscaya kamu takkan sesat selamanya, yaitu Kitaballah (Al-qur’an) dan Sunnah Rasulnya (Hadits dan Sunnahnya). (HR. Bukhari, Muslim).

Lima  Perkara Hak Orang Lain
Al-qur’an:
“Jika kamu diberi salam hendaknya kamu menjawab dengan yang lebih baik (sempurna) atau asal menjawab”. (An-nisa: 86)

Hadits:

“Bahwasanya Rasul Saw. Bersabda: “Hak orang islam atas orang islam itu ada lima perkara: Menjawab salam, Mengunjungi orang sakit, Mengantar jenazah, Memenuhi undangan, dan Menggembirakan orang bersin”. ( HR. Bukhari dan Muslim).

Peringatan Bagi Orang Yang Berkelapangan
Al-qur’an:
“Demi masa ; Sesungguhnya manusia itu senantiasa dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan melakukan amal shaleh, washiat-wawashiati dengan kebenaran serta washiat mewashiati dengan kesabaran”. (Al-‘Ashar: 1-4).

Hadits:
“Yaitu hendaknya kamu bersedekah dan kamu adalah benar-benar dalam keadaan kekurangan, sangat mengharapkan untuk menjadi kaya dan sangat takut menjadi miskin. Janganlah engkau menangguhkan amalan baik itu, sehingga nafas sudah sampai di tenggorokan, lalu kamu berkata bahwa yang ini untuk si fulan dan itu untuk si fulan, padahal orang-orang tadi sudah memiliki benda itu (yakni sudah tidak memerlukannya lagi)”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Manusia yang Lupa Allah
Al-qur’an:
“Dan manakala kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia telah menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia itu senantiasa tidak tahu berterima kasih”. (Al-Isra’: 67)

Hadits:
“Orang mukmin yang kuat tegap lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang Dha’if dan lemah. Pada masing-masing dari keduanya ada kebajikan. Hendaklah kamu senantiasa melaksanakan yang bermanfa’at kepadamu dan mohonlah pertolongan Allah, dan janganlah kamu berkata: coba kalau aku berbuat begini, coba kalau aku berbuat begitu. Tetapi katakanlah: Allah telah mentakdirkan begini. Apa yang Allah kehendaki Allah berbuat sekehendaknya. Karena sesungguhnya perkataan “jikalau” itu membuka peluang bagi syaitan untuk mengganggu”. (HR. Muslim)

Gangguan Jiwa
Al-qur’an:
“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur”. (Lukman: 31)

Hadits:
“Diangkat kalam (dibebaskan dari ketentuan-ketentuan hukum) dari tiga golongan yaitu: orang yang sedang tidur sampai ia bangun , dari anak-anak sampai ia bermimpi, dan dari orang gila sampai dengan ia berakal (sembuh)”. (HR. Muslim dari Anas bin Malik).

Pertanggung jawaban
Al-qur’an:
“Aku tidak meminta kepadamu sesuatu upahpun atas seruan-Ku, kecuali kasih sayang dalam keluargamu”. (Asy-syuura: 23).

Hadits:
“Semua kamu adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah dalam pimpinan kamu, Seorang suami adalah pemimpin dalam keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab dalam pimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dalam rumah tangga (dan anak-anak) suaminya, dan akan diminta tanggung jawab dalam pimpinannya”. (HR. Al-Aswar bin Surai).


Kesehatan Jiwa dan Agama

Al-qur’an:
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; dan katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya”. (An-Nuur: 30-31).

Hadits:
“Akan tiba suatu zaman atas manusia dimana perhatian mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya benda semata-mata. Kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah harta emas dan perak. Mereka adalah makhluk Allah yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian yang menyenangkan di sisi Allah”. (HR. Ad-Dailami).


Kehidupan tanpa Iman dan Agama
Al-qur’an:
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itu sendirilah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri”. (Yunus: 44).

Hadits:
“Apabila perzinaan dan riba telah melanda suatu negeri, maka mereka (penghuninya) sudah menghalalkan atas mereka sendiri siksaan Allah”. (HR. Ath-thabrani dan Al-Hakim).

Ontologi, Epitemologi, Aksiologi

ONTOLOGI DAKWAH ISLAMIYAH
Pengertian.
          Secara bahasa kata ontologi dibagi menjadi dua yaitu ontos: sesuatu yang berwujud, dan logos: ilmu atu teori. Secara istilah adalah ontologi adalah ilmu teori tentang wujud hakikat yang ada.
Maka ontologi dalam Dakwah Islam adalah pemahaman atau pengkajian tentang wujud hakikat dakwah Islam dari segi hakikat dakwah islam dalam mengkaji problem ontologism dakwah yang juga menjadi perhatian filsafat dakwah selain ilmu-ilmu lainnya.

B. Obyek Kajian Ontologi Dakwah
Filsafat ta meta ta physika menurut Aristoteles berpusat pada to on hei on artinya: pengada-sekedar pengada (a being as beiang). Kata on dalam bahasa Yunani merupkan bentuk netral dari oon dengan bentuk genetifnya ontos dan kata itu merupkan bentuk partisipatif dari kata kerja einei (‘ada’ atau ‘mengada’), jadi berarti ‘yang ada’, atau ‘mengada.
Atas dasar pengertian mengenai metafisika di atas, maka yang menjadi obyek material bagi ontologi dakwah ialah segala yang ada dan yang mungkin ada dalam dakwah. Oleh karena yang menjadi obyek material dakwah adalah ”segala hal yang ada dan yang mungkin ada” maka yang ada dalam obyek materialitas dakwah itu ialah ”Tuhan, manusia, dan infrahuman”. Yakni Allah, sebagai obyek materi yang non materi. Ia dipelajari; tetapi tidak bersifat ”material” da’i, mad’u, pesan dakwah, metode dakwah, media dakwah, dan peneliti dakwah. Peneliti dakwah sebagai pengada dakwah yang di ’sana’. Dari peneliti dakwah ini, faktisitas dakwah diangkat dan dibentangkan. Atau dalam suatu bentuk definisi; dapat dinyatakan bahwa; dakwah ialah suatu gejala di mana terdapat dua orang atau lebih yang salah satunya menyampaikan pesan amar ma’ruf nahi munkar.



EPISTEMOLOGI DALAM ISLAM
Pengertian.
Kata epistemologi dari bahasa yunani, episteme (pengetahuan, ilmu pengetahuan) dan logos (pengetahuan, informasi). Dapat dikatakan, pengetahuan tentang pengetahuan. Adakalanya disebut “teori pengetahuan”. Dalam kamus ilmiah popular juga diterangkan bahwa epistemologi termasuk cabang dari filsafat yang menyelidiki sumber serta kebenaran pengetahuan,  Dan dakwah dilihat dari segi bahasa yang berarti mengajak, dan secara istilah mengajak manusia kepada jalan yang diridhoi allah.
Dari dua pengertian diatas maka epistimologi dakwah adalah kajian filosofis tentang terhadap sumber, metode, esensi, dan validitas (kebenaran ilmu) dakwah. Sumber menjelaskan asal usul ilmu dakwah, sedangkan metode menguraikan cara memperoleh ilmu tersebut dari sumbernya.
Epistimologi adalah teori pengetahuan, “episteme”artianya pengetahuan/ kebenaran; “logos” artinya teori/ ilmu(kedua term tersebut berasal dari bahasa Yunani), menyelidika keaslian pengetahuan, struktur, metode dan validitas pengetahuan. Pengetahuan adalah suatu hasil dari proses tindakan manusia dengan melibatkan seliruh keyakinan yang berupa kesadaran dalam menghadapi objek yang ingin diketahuinya. Ada juga yang berpendapat bahwa pengetahuan/epistimologi adalah cabang dari filsafat yang membahas persoalan apa dan bagaiman cara seseorang memperoleh pengetahuan dan merupakan bagian dari filsafat tetang reffleksi manusia atas kenyataan yang menguraikan metode ilmiah sesuai dengan hakikat pengertian manusia.
Dalam pencarian kebanaran manusia melakukan upaya transendensi, merupakan  kiasan dari bagaimana manusia membuka pintu kebenaran tahap demi tahap, dari tingkat semu (inderawi, naluri, imajinasi) menuju kepemahaman(hati nurani) kemudian menuju tingkat lebih sempurna(akal-rasional)dan dilanjutkan kependakian tertinggi ditingkat ma’rifat ilmu yakni menemukan kebenaran tertinggi(Allah SWT).
Secara keilmuan epistimologi mempunyai kedudukan yang sesungguhnya jauh lebih mendasar yakni dasar kebenaran pengetahuan dari akarnya sampai melewati dimensi fisiknya.
Perbedaan antara epistimologi, metodologi dan logika terletak pada cakupan pengertiannya. Epistimologi berkaitan dengan teori pengetahuan pada umumnya, sehingga memiliki pengertian yang paling luas. Tercakup dalam pengertian tersebut adalah metodologi. Metodologi tidak lebih dari kajian-kajian mengenaia tata cara dan teknik-teknik ilmiah untuk memperoleh sebuah jenis pengetahuan, yitu pengetahuan ilmiah. Sebagai dari tata cara tersebut adalah logika. Logika adalah salah satu jenis dari metode ilmiah yang terdiri dari azas-azas dan aturan –aturan penyimpilan yang sah.

AKSIOLOGI DALAM ISLAM
Pengertian.
          Aksiologi adalah istilah yang berasal dari kata Yunani yaitu; axios yang berarti sesuai atau wajar. Sedangkan logos yang berarti ilmu. Aksiologi dipahami sebagai teori nilai. Menurut John Sinclair, dalam lingkup kajian filsafat nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistem seperti politik, social dan agama. Sistem mempunyai rancangan bagaimana tatanan, rancangan dan aturan sebagai satu bentuk pengendalian terhadap satu institusi dapat terwujud.
Menurut Richard Bender : Suatu nilai adalah sebuah pengalaman yang memberikan suatu pemuasan kebutuhan yang diakui bertalian dengan pemuasan kebutuhan yang diakui bertalian, atau yang menyummbangkan pada pemuasan yang demikian. Dengan demikian kehidupan yang bermanfaat ialah pencapaian dan sejumlah pengalaman nilai yang senantiasa bertambah.
Aksiologi ialah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakekat nilai, pada umumnya ditinjau dari sudut pandangan kefilsafatan. Di Dunia ini terdapat banyak cabang pengetahuan yang bersangkutan dengan masalah-masalah nilai yang khusus seperti epistimologis, etika dan estetika.  Epistimologi bersangkutan dengan masalah kebenaran, etika bersangkutan dengan masalah kebaikan, dan estetika bersangkutan dengan masalah keindahan.
Secara etimologis, istilah aksiologi berasal dari Bahasa Yunani Kuno, terdiri dari kata “aksios” yang berarti nilai dan kata “logos” yang berarti teori. Jadi aksiologi merupakan cabang filsafat yang mempelajari nilai.
Aksiologi  adalah abang filsafat yang mempelajari cara-cara yang berbeda dimana sesuatu hal dapat baik atau buruk  (baca: mempunyai akibat positif atau negatif) dan hubungan nilai dengan menilai di satu pihak dan dengan fakta-fakta eksistensi obyektif di pihak lain. Aksiologi adalah teori tentang nilai dalam berbagai makna yang dikandungnya.
Tujuan dasar ilmu menurut beberapa ahli tidak selalu sama. Seperti dikutip Muslim A Kadir, Fred Kerlinger berpendapat bahwa tujuan dasar ilmu hanyalah menjelaskan realitas (gejala yang ada), bagin bronowsky, tujuan ilmu adalah menemukan yang benar sedangkan menurut Mario Bunge, tujuan ilmu lebih dari sekadar menemukan kebenaran. Tujuan dasar ilmu dakwah, dengan merujuk pada beberapa ayat al-Quran yang relevan, adalah untuk
1. Menjelaskan realitas dakwah sebagai suatu kebenaran
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda(kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?(QS 41:53)
2. Mendekatkan diri kepada Allah sebagai kebenaran
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku(QS.51:56)
3. Merealisasikan kesejahteraan untuk seluruh alam (Rahmat li al-Alamin)
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam(QS.21:107).