Kamis, 10 November 2011

AKHLAK DAN MORAL




A.    PENGERTIAN AKHLAK

1.      Akhlak

   Sikap mental, atau watak, terjabarkan dalam bentuk berfikir, berbicara, bertingkah- laku dan sebagainya, sebagai ekspresi jiwa. Ilmu Akhlak membahas tentang masalah kesusilaan (etika), baik tentang manusia pada umumnya maupun orang seorang secara terpisah. Berbagai macam kitab Yunani membahas masalah tata susila yang mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan dan penentuan/klasifikasi sifat-sifat manusia/masyarakat yang dipelajarinya dengan metode analisi. Dibahasnya masalah penyebab dan kaitan dengan sifat-sifat manusia; kerelaannya menerima takdir, taat kepada Tuhan, memelihara tutur bahasa dsb.

   Demikian pula halnya sifat-sifat negatif dibahasnya juga. Tentang masalah akhlak, islam sangat mengutamakannya, baik dengan mencontoh perbuatan Rasulullah Saw, ucapannya atau hadits. Allah SWT bahkan secara langsung mengingatkan pentingnya akhlak bagi seseorang, sebagaimana dipesankan oleh Luqman Hakim: ” Jangan engkau berbicara keras seperti keledai”, Demikian peringatan Allah SWT. “Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan budi pekerti yang mulia”. Rasulullah SAW bersabda.













Sumber: Kamus Fiqih.



MORAL



A.    PENGERTIAN MORAL

2. Kaidah Moral

    Hasil perbuatan manusia itu adalah karena kebiasaan, seperti berjalan, berlari berbicara cara berpakaian, dan sebagainya.

Perbuatan manusia, apabila dikerjakan secara berulang-ulang, sehingga mudah melakukannya, itu dinamakan adat kebiasaan.”

    Semua perbuatan baik atau buruk, itu menjadi adat kebiasaan (“Moral” or “Mores), karena adanya kecenderungan hati terhadapnya dan menerima kecenderungan tersebut dengan disertai perbuatan berulang-ulang secukupnya.

Contoh:

1. Anak yang malas pergi ke sekolah, dia terpaksa berangkat, sebab paksaan atau takut kepada orang tuanya. Apabila orang tuanya sedang tidak ada , maka malasnya timbul kembali.

 2. Orang yang biasa memakai narkoba, tentu saja sukar sekali meninggalkanya.



     Apalagi generasi muda, karena generasi muda itu belum berpikir dengan pikiran-pikiran tertentu, maka mereka cepat terpengaruh dan melakukan sesuatu yang baru.

     Unsur-unsur baru mudah termakan dan mempengaruhi generasi muda, segi usianya yang belum mendarah-daging, sesuatu pengaruh yang menyebabkan mereka lekas menerima apa yang dianggap baik bagi mereka. Masa depan suatu masyarakat coraknya adalah ditentukan oleh keadaan generasi mudanya.



__________________________________________________________________________________________Sumber: Etika dan Problematikanya Dewasa Ini. Drs. Sahilun a nasir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar